Dalam buku ini, Ki Awu Ning Gni mengungkapkan cara-cara untuk membawa kearifan lokal ke dalam kehidupan modern, sehingga tetap relevan dan terus dikenang oleh generasi mendatang.Buku "Medang Kamulan" tidak hanya ditujukan untuk orang-orang yang ingin belajar lebih dalam tentang kekayaan budaya leluhur, tetapi juga untuk generasi muda yang ingin
B. Kehidupan Sosial. Masyarakat kerajaan Medang Kamulan tersusun dalam sebuah hirarkis ,Birokrasi kerajaan berjalan sesuai dengan tugasnya. Pada umumnya, masyarakatnyaadalah petani, pedagang, dan peternak. C. Kehidupan Budaya Dan Agama. Kebudayaan pada masa ini sudah berkembang dengan sangat baik.
Marakata wafat pada tahun 1025 M dan dimakamkan di Camara di kaki Gunung Agung. Sedangkan ibunya, Mahendradatta, wafat pada tahun 1010 dan dimakamkan di Burwan dekat Gianyar yang diarcakan sebagai Dewi Durga. Sepeninggal Marakata, takhta Bali dipegang oleh adiknya yaitu Anak Wungsu. Anak Wungsu mulai memerintah pada 1049.
Kehidupan bidang sosial budaya kerajaan medang kamulan. Kehidupan politik dan agama yang cukup damai juga membuat kondisi ekonomi medang kamulan sangat baik khususnya di bidang perdagangan. Namun akibat serangan dari kerajaan wurawari, segala perekonomian kerajaan medang kamulan mengalami kehancuran.
Selain mempunyai peninggalan sejarah berupa prasasti yang tersebar di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, Kerajaan Medang (Mataran Kuno) juga membangun banyak candi, baik itu yang bercorak Hindu atau Buddha. Temuan Wonoboyo berupa artifak emas yang ditemukan tahun 1990 di Wonoboyo, Klaten, menunjukkan kekayaan dan kehalusan seni budaya kerajaan Medang.
Namun, wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup daerah Nganjuk disebelah barat, daerah Pasuruan di sebelah timur, daerah Surabaya di sebelah utara, dan daerah Malang di sebelah selatan. Dalam perkembangan selanjutnya, wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur.
.
kehidupan sosial budaya kerajaan medang kamulan